penyakit kulit bayi

Jenis Penyakit Kulit Bayi dan Cara Perawatannya

Tidak hanya menangis untuk meminta susu, bayi juga dapat rewel karena masalah lain loh Moms, salah satunya dikarenakan penyakit kulit. Walaupun Moms selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk bayi kesayangannya, namun terkadang dia bisa saja terkena penyakit kulit seperti ruam popok, jerawat, biang keringat dan lainnya.

penyakit kulit bayi
Source: Freepik.com

Dalam mengurus buah hati yang masih bayi memang tidak mudah. Moms harus memberikan perawatan ekstra dengan menjaga kebersihannya, karena penyakit kulit bisa saja menyerang bayinya Moms. Kulit bayi yang baru lahir memang sangat sensitif dan karena kesensitifannya itu yang membuat kulitnya rentan terhadap ruam dan penyakit kulit lainnya.

3 Jenis Penyakit Kulit Bayi yg Umum Terjadi

Rasa gatal akan timbul yang diakibatkan oleh kulit yang sedang bermasalah, pada bayi yang mengalami hal tersebut akan terlihat sering menggaruk pada spot yang bermasalah. Dan itu dapat membuat kulitnya lecet, tentu Moms tidak mau kalau kulit bayinya terlihat memerah bukan? Apalagi sampai bersisik dan beragam masalah lainnya. Untuk itu Moms perlu mengetahui 3 penyebab dari penyakit kulit yang umum terjadi pada bayi dan cara menghindarinya, sebagai berikut ya Moms:

Ruam Popok

Source: Freepik.com

Ruam popok atau yang memiliki nama lain Diaper Rash adalah peradangan kulit bayi yang diakibatkan oleh tertutup popok terlalu lama, terutama pada bagian belakang (bokong). Ruam popok muncul akibat terlalu lama menggunakan popok dan popok terlalu ketat.

Mungkin bagi beberapa kalangan masalah ruam popok bukanlah masalah yang serius. Tapi kamu tahu tidak moms, kalau dibiarkan dapat menyebabkan infeksi dari jamur yang dapat membahayakan buat bayi anda. Apabila sudah menyebabkan infeksi pada kulit moms harus segera ke dokter dermatologi untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Berikut gejala ruam popok yang biasa terjadi pada bayi:

  • Adanya bintik-bintik merah muda yang samar dan menonjol pada bagian kulit yang terkena popok.
  • Kulit mulai mengelupas dan kasar.
  • Bayi menjadi rewel dan terlihat menangis (kesakitan) ketika buang air kecil / air besar / ketika popok mau di ganti.
  • Namun jangan khawatir dalam menghindarinya, Moms cukup harus dengan rutin mengganti popok secara berkala dan memastikan popok pada bayi tidak digunakan terlalu ketat.

Berapa kali waktu yang baik untuk mengganti popok bayi?

Pada umumnya bayi buang air kecil sekitar 20 kali dalam sehari atau setiap 1 jam.  Untuk bayi yang menggunakan popok sekali pakai, moms bisa menggantinya secara rutin dalam kurun waktu 2-3 jam dengan popok baru. Apabila menggunakan popok kain moms juga harus menggantinya dalam kurun waktu 2-3 jam, namun yang harus diperhatikan apabila menggunakan popok kain adalah cara membersihkan popok kain agar aman dipakai oleh bayinya. Pilihlah detergen yang khusus untuk bayi agar tidak menimbulkan reaksi alergi pada kulit bayi ketika memakainya.

Moms juga dapat menggunakan lotion Kuntoem Comforting Cotton Lotion sehabis memandikan bayi yang bermanfaat untuk menjaga kelembaban kulit agar sehat, kulit bayi juga jadi tidak mudah luka. Menjaga diri moms selalu bersih ketika memakaikan popok pada si kecil, seperti rajin mencuci tangan agar terhindar dari bakteri saat memasangkan popok pada si kecil juga akan membantu menghindarkan masalah ini pada bayi.

Jerawat

Source: Freepik.com

Perlu diketahui jerawat pada bayi pada umumnya akan muncul setelah beberapa minggu kelahiran bayi. Bentuknya terlihat sangat mirip dengan jerawat orang remaja, berbentuk benjolan putih atau merah yang sedikit kemerahan di sekitarnya.

Pada akhir kehamilan, hormon sang ibu dapat masuk ke plasenta dan mengakibatkan perangsangan kelenjar minyak pada kulit bayi. Hal tersebut menimbulkan terjadinya jerawat pada bayi.

Jerawat pada bayi biasanya muncul 4-6 minggu setelah kelahiran. Normalnya jerawat pada bayi akan hilang dengan sendirinya pada beberapa hari, namun terkadang banyak yang bertahan hingga beberapa bulan.

Penyebab Jerawat pada bayi sebagai berikut:

  • Pengaruh hormon

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, hormon yang terjadi ketika di akhir kehamilan. Jadi hormon sang ibu masuk ke plasenta dan mengakibatkan perangsangan kelenjar pada kulit bayi.

  • Kulit bayi yang masih sensitif

Bayi memiliki kulit yang sangat halus dan lembut. Dengan begitu sangat memungkinkan mengalami iritasi bila terpapar dengan benda tertentu. Seperti ASI, sabun mandi yang mengandung pewangi, bahan kasar, atau produk yang tidak baik untuk bayi lainnya. Dengan begitu kulit bayi akan dengan mudah meradang (ruam) dan menimbulkan jerawat pada bayi.

  • Pertumbuhan bakteri di kulit

Pada kulit manusia memiliki bakteri normal yang disebut flora. Biasanya bakteri ini akan bertumbuh subur apabila kulit kita memiliki kelenjar minyak yang berlebih dan akan mengakibatkan jerawat.

Pada bayi kelenjar minyak berlebih sangatlah mungkin terjadi, biasanya kelenjar minyak akan berlebih apabila aktivitas bayi berlebih dan membuat kelenjar minyak bekerja secara aktif.

Lalu bagaimana cara mengatasinya? 

Nih aku beritahu untuk moms, sebagaian besar jerawat pada bayi akan sembuh dengan sendirinya. Walau demikian ada beberapa cara untuk Moms mengatasi jerawat pada bayi, sebagai berikut:

  • Mandikan bayi dengan air yang tidak terlalu panas, agar menghindari pori-pori yang terbuka berlebihan dan meminimalisir masuknya bakteri pada pori-pori. Untuk menyempurnakannya Moms dianjurkan menggunakan sabun berbahan dasar alami seperti Kuntoem Head-to-toe Nourshing Wash.
  • Hindari produk perawatan bayi yang terlalu berminyak.
  • Jangan menggunakan obat jerawat dewasa.
  • Bersihkanlah area jerawat pada bayi secara perlahan dan harus rutin, seperti 2-3 kali dalam 1 hari.
  • Jangan memencet jerawat pada bayi.
  •  Perhatikan selalu kebersihan kondisi bayi dan Moms.

Jadi Moms tidak usah panik ya, karena jerawat pada bayi pada dasarnya akan hilang dengan sendirinya tergantung bagaimana Moms menjaga kebersihan bayinya.

Kulit Kering

kulit kering
Source: Freepik.com

Kulit kering tidak hanya dialami oleh orang dewasa, bayi baru lahir pun mempunyai kecenderungan dapat memiliki kulit yang kering. Kulit bayi yang sangat lembut dan halus sangatlah rentan dan dapat menjadi kering dan iritasi.

Penyebabnya kulit bayi bisa kering

Ada beberapa hal yang menyebabkan kulit bayi bisa kering, seperti suhu udara yang tidak tentu (terlalu panas atau terlalu dingin) terlalu lama tersengat matahari, selain itu terlalu lama mandi dan menggunakan produk yang tidak ramah dengan bayi juga dapat membuat kulit bayi menjadi kering dan menimbulkan iritasi pada kulit bayi. Moms tak perlu khawatir, ada banyak cara untuk mengatasi hal seperti ini, berikut adalah tips dalam mengatasi kulit kering pada bayi:

  • Kenali alergi pada kulit bayi

Hal pertama yang sangatlah penting, Moms harus mengerti kulit bayi. Karena dengan begitu Moms akan tau produk apa yang cocok dan produk apa yang tidak cocok pada kulit bayinya. Setiap bayi memiliki masalah kulitnya masing-masing, dan cara untuk mengetahuinya dengan menggunakan produk yang natural dan tidak berbahan kimia.

Untuk mencobanya, moms dapat mengoleskan ke bagian tangan atau kaki pada bayi dan lihat efeknya dalam 1-2 hari kedepan. Apabila hasilnya kulit bayi tidak terlihat meradang (ruam) memerah berarti bayinya cocok dengan produk tersebut. Namun apabila terlihat memerah, harus langsung menstop pemakaiannya.

Moms dapat menggunakan lotion Kuntoem Comforting Cotton Lotion yang bertujuan untuk menjaga kelembaban kulit agar sehat, terhindar dari kulit kering, dan kandungan alami kuntoem juga menjadi solusi agar kulit bayi tidak alergi ketika di oleskan pada kulitnya.

  • Waktu mandi bayi

Perlu diingat bahwa mandi terlalu lama dapat mengurangi tingkat kelembaban dari kulit bayi. Dan dengan begitu pasti akan menimbulkan keringnya pada kulit bayi, cobalah untuk mempersingkat waktu mandi bayi.

Waktu yang disarankan kisaran 5-10 menit menggunakan air yang hangat tapi tidak terlalu panas agar kulit bayi tetap terjaga. Disamping itu Moms juga harus memperhatikan produk yang digunakan, sebaiknya gunakan produk yang tidak terlalu banyak pewanginya agar mengurangi dampak dari iritasi. Moms dapat menggunakan sabun Kuntoem Head-to-toe Nourshing Wash yang berbahan dasar organik untuk menjaga kesehatan kulit bayi.

  •  Gunakan pelembab

Tidak bisa dipungkiri, bayi pun juga memerlukan pelembab. Walaupun kulit bayi sudah sangat halus dan lembut, namun perlu diingat kalau kulit bayi sangatlah sensitif. Moms harus rutin menggunakan pelembab pada kulit bayi, agar menjaga kelembaban kulit bayi dan terhindar dari iritasi.

Waktu yang tepat untuk memberikan pelembab pada bayi 

  • Gunakan pelembab 5 menit setelah mandi terutama dibagian lutut dan siku, karena lebih rentan kering dan banyaknya gesekan.
  • Saat cuaca panas, gunakan pelembab yang tidak terlalu berminyak di bagian wajah.
  • Saat cuaca dingin, gunakan pelembab yang cukup agar kulit bayi tidak mengering karena dinginnya suhu.

Sebagai solusi dalam pemilihan lotion bayi manakah yang aman buat bayi, Moms dapat menggunakan Kuntoem Comforting Cotton Lotion yang akan membantu Moms dalam merawat kulit bayi. Kandungan Kuntoem diperkaya dengan minyak alpukat organik dan organik essential oil untuk membantu memelihara kulit bayi agar tetap lembut tanpa membuatnya kering. Selain itu dengan kayanya kandungan minyak alpukat pada lotion ini membuat kulit tidak lengket dan sangat cocok digunakan pada iklim tropis. 

Nah itulah ke 3 penyakit kulit pada bayi yang umum terjadi, apabila si kecil kesayangan Moms mengalaminya tidak perlu khawatir ya. Usahakan untuk menghindari bahan-bahan kimia keras yang dapat menjadi pemicu kulit sensitif. Jika kulit bayi masih bermasalah lebih dari 1 minggu, baiknya Moms periksakan ke dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Lihat Juga: Kuntoem Produk Harian Bayi dan Anak

Semoga bermanfaat ya Moms! 

Masalah Kulit Pada Bayi Yang Sering Dialami, Apakah Berbahaya?
Masalah Kulit Pada Bayi – Moms pasti sangat berusaha untuk menjaga  dan memberikan yang terbaik untuk bayinya. Terkadang apa yang …
Rash pada pipi
Rash pada pipi bayi – Hi Moms! Hari ini kita mau bahas salah satu pertanyaan yang kita sering dapatkan "Bisakah …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *