gangguan pencernaan bayi

Gangguan Pencernaan yang Sering Dialami Bayi

Bayi yang menangis pada dasarnya mempunyai berbagai macam alasan, dan salah satu alasannya adalah adanya gangguan pencernaan pada bayi. 

gangguan pencernaan bayi
Source: Freepik.com

Pada bayi yang baru lahir, tangisan adalah salah satu komunikasi yang dapat mereka lakukan apabila merasa tidak nyaman. Dari beberapa alasan “mengapa” bayi menangis, gangguan pencernaan termasuk masalah yang sering ditemui. 

Banyaknya masalah dari pencernaan bayi umumnya dikarenakan saluran pencernaan bayi yang belum sempurna. Yang tadinya bayi ketika dalam kandungan menerima nutrisi melalui plasenta ibunya, ketika lahir bayi baru mulai beradaptasi dengan saluran pencernaannya sendiri dalam menyerap dan mencerna nutrisi.

Bayi yang mengalami gangguan pencernaan umumnya akan menjadi rewel, perutnya kembung, mual, muntah, dan diare. Biasanya hal tersebut dapat terjadi karena bayi terlalu banyak mengalami infeksi pada saluran pencernaannya. 

Jenis gangguan pencernaan yang sering dialami bayi:

  1. Diare

Pada dasarnya selama bayi masih mengkonsumsi ASI, susu formula, maupun makanan lunak, maka tekstur BAB akan cenderung lunak. Namun Moms juga patut mewaspadai apabila bayi terlalu sering BAB, tinja cair, berbau dari biasanya dan jumlah yang banyak. Bisa jadi bayi terkena diare.

Diare dapat disebabkan melalui berbagai macam faktor mulai dari infeksi pada makanan, bakteri, dan virus. Sebenarnya bayi yang mengalami diare akan sembuh dengan sendirinya, namun apabila diare pada bayi tidak sembuh, Moms bisa membawa bayi ke dokter untuk memeriksakannya ya.

  1. Gumoh 

Gumoh adalah hal yang normal terjadi pada bayi, hal ini dikarenakan kerongkongan bayi yang belum sempurna, dan juga Moms perlu ingat bayi yang baru lahir memiliki lambung yang sangat kecil, oleh karena itu bayi yang terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau menelan udara ketika diberikan ASI, bayi akan gumoh. 

Pada umumnya gumoh pada bayi akan hilang dengan sendirinya seiring bertambahnya usia bayi. Jadi Moms tidak perlu khawatir ya apabila bayinya gumoh, namun apabila bayi terlalu sering gumoh dan membuat bayi menjadi lemas, Moms bisa membawa bayi ke dokter.

  1. Sembelit 

Sembelit atau susah buang air besar, hal ini sangat cukup umum dialami oleh bayi dan balita. Fase ini akan sering terjadi dikala bayi sudah memasuki waktu MPASI. Gejala sembelit pada bayi sangat mudah untuk dikenali, yaitu bayi tidak buang air besar, setidaknya hanya 2-3 kali dalam seminggu. 

Bayi yang mengalami masalah sembelit akan mengeluarkan tinja dengan tekstur keras dan sulit mengeluarkan BAB. Selain itu perut bayi akan mengeras dan nafsu makan berkurang, bayi juga akan selalu menangis ketika BAB. Untuk mengatasinya Moms bisa membawa bayi ke dokter agar masalah sembelit pada bayi dapat teratasi.

  1. Perut kembung

Perut kembung pada bayi dapat membuatnya rewel dan menangis. Hal tersebut disebabkan karena saluran pencernaan yang belum berjalan secara sempurna. Bayi yang mengalami perut kembung biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti sering kentut, sendawa, rewel dan perut menjadi keras. 

Hal tersebut dapat diakibatkan dari udara yang masuk kedalam tubuh bayi ketika menyusui, minum menggunakan botol dot dan makanan yang mengandung gas seperti brokoli, umbi, bawang yang dapat membuat perut bayi menjadi kembung.

  1. Intoleransi makanan

Hal ini biasanya terjadi pada bayi yang terlahir prematur, memiliki berat badan yang rendah, atau memiliki cacat pada usus pencernaannya. Intoleransi makanan pada bayi adalah gangguan pencernaan yang membuat “makanan” yang masuk pada pada tubuh bayi “dianggap” sebagai ancaman, sehingga menimbulkan penolakan pada usus bayi dan bayi akan muntah atau diare setelah mengkonsumsi makanan.

Pada kondisi ini Moms harus memperhatikan apapun yang dimakan oleh bayi. Dan Moms juga dapat berkonsultasi ke dokter untuk mengendalikan gangguan pencernaan ini.

Walaupun gangguan pencernaan pada bayi sering terjadi, namun Moms tidak boleh menganggap remeh. Apalagi kalau gangguan pencernaan ini terjadi secara terus menerus. Sebab hal tersebut akan mengganggu tumbuh kembang bayi kesayangan Moms. oleh karena itu Moms harus memperhatikan setiap gejala yang terjadi pada bayinya ya.

Selain mengetahui gangguan pencernaan pada bayi, ada hal lain yang dapat Moms ketahui agar tumbuh kembang bayi dapat berkembang secara optimal. Yaitu dengan merawat kulit bayi, seperti yang sudah diketahui kalau kulit bayi sangat sensitif dan memerlukan perawatan khusus dalam menjaga kesehariannya.

Oleh karena itu Moms harus memberikan perawatan yang optimal dengan menggunakan produk dari Kuntoem yang dirasa sangat cocok dalam menemani kebutuhan kulit bayi setiap harinya. Dengan kandungan yang alami dan sudah teruji klinis akan mengurangi rasa khawatir Moms pada masalah kulit bayi yang sering terjadi. Dengan begitu tumbuh kembang bayi akan selalu aman dan optimal.

Lihat Juga: Kuntoem Produk Harian Bayi dan Anak

Semoga bermanfaat ya Moms!  

Cegah COVID-19 Selama Work From Home
Work from home adalah salah satu cara untuk mencegah penyebaran COVID-19 selama tahun 2020 ini. Mungkin kita tidak tahu, akan …
New Normal Back to Office Starter Kit
Setelah hampir 1 tahun menjalani new normal di Indonesia, sangat penting buat Moms yang sudah mulai kembali bekerja untuk menyiapkan …